Makna Self-Care
Banyak dari kita, khususnya perempuan, yang suka banget melakukan hal-hal yang bikin diri kita senang, dan sering kali disebut juga sebagai self-care. Contohnya maskeran, atau masak-masak, atau luluran. Pokonya hal-hal kecil yang seringnya kita lupain untuk bikin diri kita senang.
Tapi, seringkali yang terjadi adalah meskipun udah sering melakukan self care, masih sering aja merasa kalau diri ini gak berharga di situasi-situasi tertentu. Merasa kalau diri kita ga mampu, merasa sedih tapi gak tau apa alasannya. Merasa kalau diri kita jelek, gak pantas untuk berada di manapun atau di lingkungan tertentu. Yang terburuk, sampai akhirnya gak tau cara menyampaikan kepedulian dan rasa sayang ke orang-orang sekitar, mungkin rasanya canggung? Karena diri sendiri pun belum cukup disayangi dan dipedulikan.
Self care sendiri tujuannya untuk membahagiakan diri sendiri dengan cara memberikan kasih sayang terhadap diri sendiri melalui kegiatan tertentu sesuai keinginan kita. Tapi, masalahnya rasa bahagia itu gak bertahan, dan ada aja yang bikin semua yang udah kita bangun sekian lama jadi hancur. Well, itu karena self care gak sekedar maskeran atau main games, tapi jiwa-raga pun harus melakukan self-care agar bisa seimbang.
--
Self care merupakan situasi yang dimana kita bertumpu pada kesadaran terhadap semua yang ada dalam diri kita; bagian tubuh yang disukai, bagian tubuh yang tidak disukai, bidang yang kita kuasai, bidang yang tidak kita sukai dan kuasai, sifat baik yang dimiliki, dan karakter buruk yang dimiliki, dan kita menerima semua itu dengan ikhlas. Dengan lapang dada. Mensyukuri semua itu. Karena semua itu merupakan bagian utuh dari diri kita.
Karena mencintai diri sendiri gak sekadar mencintai apa yang baik dalam diri kita, namun juga yang buruk dalam diri kita.
Perhatikan sisi gelap dalam diri kita. Hal buruk yang sudah kita katakan kepada diri sendiri dan orang lain, yang merefleksikan alam bawah sadar kita; pikiran yang bahkan kita sendiri gak pernah sadar kalau dia ada. Perhatikan luka-luka yang ada dalam diri kita; yang seringkali kita sembunyikan, padahal luka ada untuk diobati, bukan disembunyikan. Lihat kembali pemikiran-pemikiran negatif yang kita capkan kepada diri sendiri dan orang lain di masa lalu. Rasa takut, gelisah, dan berburuk sangka.
Hadapi semua itu, terima semua itu. Katakan "kamu ada disini dan aku menerimanya." Meskipun kamu tidak sempurna, kamu tetap berharga dan pantas untuk dicintai.
Terimalah dirimu sendiri dan maafkan.
Sebab kita gak akan bisa mencintai segala sesuatu yang gak mau kita terima.
Sebab kita, manusia, memang tidak sempurna.
Berhenti membanding-bandingkan diri sendiri dengan orang lain. Kamu gak lebih baik atau lebih buruk dari mereka. Kamu memiliki keunikan tersendiri yang nilainya tidak bisa dibanding-dibandingkan dan diukur dengan orang lain.
Terimalah bahwa dalam seluruh perjalanan ini kita seringkali membuat kesalahan. Pernah gagal, pernah merasa rapuh, pernah hancur sejadi-jadinya.
Jadikanlah kesalahan tersebut sebagai pelajaran.
Patah hatimu dan semua kesedihan di masa lalu menjadikanmu memaknai hidup lebih dalam, bukan menarikmu keluar dari kehidupan ini. Cintai bagian diri dari masa lalu yang membawa kita pada masa sekarang. Jangan sampai hal-hal buruk di masa lalu mendominasi diri kita di masa ini.
Kamu bukan suatu keberhasilan atau kegagalan.
Dalam setiap momen, kamu punya kesempatan untuk melihat diri sendiri sebagai pribadi yang baru, yang mencintai dan menghormati segala sesuatu yang ada dalam diri.
Melalui jalan ini, kamu telah belajar untuk menerima diri sendiri dengan sebagaimana mestinya.
Tapi, seringkali yang terjadi adalah meskipun udah sering melakukan self care, masih sering aja merasa kalau diri ini gak berharga di situasi-situasi tertentu. Merasa kalau diri kita ga mampu, merasa sedih tapi gak tau apa alasannya. Merasa kalau diri kita jelek, gak pantas untuk berada di manapun atau di lingkungan tertentu. Yang terburuk, sampai akhirnya gak tau cara menyampaikan kepedulian dan rasa sayang ke orang-orang sekitar, mungkin rasanya canggung? Karena diri sendiri pun belum cukup disayangi dan dipedulikan.
Self care sendiri tujuannya untuk membahagiakan diri sendiri dengan cara memberikan kasih sayang terhadap diri sendiri melalui kegiatan tertentu sesuai keinginan kita. Tapi, masalahnya rasa bahagia itu gak bertahan, dan ada aja yang bikin semua yang udah kita bangun sekian lama jadi hancur. Well, itu karena self care gak sekedar maskeran atau main games, tapi jiwa-raga pun harus melakukan self-care agar bisa seimbang.
--
Self care merupakan situasi yang dimana kita bertumpu pada kesadaran terhadap semua yang ada dalam diri kita; bagian tubuh yang disukai, bagian tubuh yang tidak disukai, bidang yang kita kuasai, bidang yang tidak kita sukai dan kuasai, sifat baik yang dimiliki, dan karakter buruk yang dimiliki, dan kita menerima semua itu dengan ikhlas. Dengan lapang dada. Mensyukuri semua itu. Karena semua itu merupakan bagian utuh dari diri kita.
Karena mencintai diri sendiri gak sekadar mencintai apa yang baik dalam diri kita, namun juga yang buruk dalam diri kita.
Perhatikan sisi gelap dalam diri kita. Hal buruk yang sudah kita katakan kepada diri sendiri dan orang lain, yang merefleksikan alam bawah sadar kita; pikiran yang bahkan kita sendiri gak pernah sadar kalau dia ada. Perhatikan luka-luka yang ada dalam diri kita; yang seringkali kita sembunyikan, padahal luka ada untuk diobati, bukan disembunyikan. Lihat kembali pemikiran-pemikiran negatif yang kita capkan kepada diri sendiri dan orang lain di masa lalu. Rasa takut, gelisah, dan berburuk sangka.
Hadapi semua itu, terima semua itu. Katakan "kamu ada disini dan aku menerimanya." Meskipun kamu tidak sempurna, kamu tetap berharga dan pantas untuk dicintai.
Terimalah dirimu sendiri dan maafkan.
Sebab kita gak akan bisa mencintai segala sesuatu yang gak mau kita terima.
Sebab kita, manusia, memang tidak sempurna.
Berhenti membanding-bandingkan diri sendiri dengan orang lain. Kamu gak lebih baik atau lebih buruk dari mereka. Kamu memiliki keunikan tersendiri yang nilainya tidak bisa dibanding-dibandingkan dan diukur dengan orang lain.
Terimalah bahwa dalam seluruh perjalanan ini kita seringkali membuat kesalahan. Pernah gagal, pernah merasa rapuh, pernah hancur sejadi-jadinya.
Jadikanlah kesalahan tersebut sebagai pelajaran.
Patah hatimu dan semua kesedihan di masa lalu menjadikanmu memaknai hidup lebih dalam, bukan menarikmu keluar dari kehidupan ini. Cintai bagian diri dari masa lalu yang membawa kita pada masa sekarang. Jangan sampai hal-hal buruk di masa lalu mendominasi diri kita di masa ini.
Kamu bukan suatu keberhasilan atau kegagalan.
Dalam setiap momen, kamu punya kesempatan untuk melihat diri sendiri sebagai pribadi yang baru, yang mencintai dan menghormati segala sesuatu yang ada dalam diri.
Melalui jalan ini, kamu telah belajar untuk menerima diri sendiri dengan sebagaimana mestinya.
Komentar
Posting Komentar