Nyobain Pake Baju Potongan Minimalis
Menurut saya, gaya hidup minimalis merupakan gaya hidup yang harus semua orang terapkan. Meskipun preferensi masing-masing orang berbeda-beda soal minimal, tapi banyak manfaat yang bisa didapat dari menerapkan gaya hidup minimalist ini. Di artikel kali ini saya memfokuskan ke pakaian karena, ya, kita tidak bisa lepas dari pakaian dalam sehari-hari kita dan aspek ini nyatanya sangat penting dalam hidup kita. Maka dari itu, dalam sebuah perubahan alangkah baiknya dimulai dari hal-hal yang paling mudah dijangkau oleh kita terlebih dahulu. Ini adalah alasan mengapa untuk memulai hidup minimalis dan manfaatnya.
Usahakan item pakaian yang kita miliki memiliki model dan warna yang netral dan simple, agar bisa kita mix and match dengan pakaian yang lain. Jadi, meskipun jumlah pakaian yang kita punya sedikit, tapi outfit yang kita punya jauh lebih banyak.
Jadi, ada banyak banget benefit yang bisa kita dapetin dari menjalani hidup minimalis. Hal ini bisa diterapin dari hal terdekat dan hal terkecil di sekitar kita, loh. Dan minimalis bukan berarti pelit ya tetapi soal menyederhanakan ruang lingkup hidup. Hidup juga terasa lebih ringan dengan hanya menyimpan benda-benda secukupnya sesuai kebutuhan. Seperti halnya saat travelling, semakin sedikit barang yang kita bawa dalam perjalanan, semakin ringan kita dalam melangkah, maka semakin banyak pun pengalaman yang kita dapatkan.[]
1. Lebih Nyantai
Well, dilihat kembali ke belakang, saya memulai gaya hidup minimalist sejak saya tinggal sendiri dan merantau. Melihat dua kata tersebut, pasti udah kebayang kan situasi dan kondisi yang harus dihadapi seperti apa. Menaung di satu petak kecil bangunan dimana yang sebelumnya bangunan rumah yang lebih luas dan lebih banyak ruangan. Dan harus mengurus diri sendiri sepenuhnya tentunya.
Tapi dengan kesibukan bekerja, saya lebih sering males daripada kepikiran untuk beres-beres. Saat-saat weekend lebih ingin dihabiskan untuk lebih banyak santai (baca: rebahan) ketimbang beres-beresnya.
Melihat barang-barang yang ditaruh tidak di tempatnya atau melihat barang yang bertumpuk ga jelas sudah membuat saya pusing. Saya merasa space yang saya miliki tidak cukup untuk menampung semua ini. Saya selalu merasa tidak cukup terhadap banyak hal.
Lalu, suatu saat saya menyadari, bahwa saya harus berpikir dari perspektif lain. Alih-alih merasa space saya tidak cukup untuk menampung barang-barang yang saya miliki, saya reverse menjadi barang-barang saya terlalu banyak untuk ditampung dalam space saya. My stuff is too much and this space can't cover it. Banyak pakaian yang saya miliki, namun saya selalu merasa kekurangan pakaian. (HEI KALIAN PEREMPUAN PASTI PAHAM KAN GIMANA RASANYA). Justru saya kerap kali kebingungan setiap pagi, hendak menggunakan baju apa. Seorang penulis minimalist asal Jepang, Marie Kondo, menyebutnya sebagai keep things that sparks joy. Simpan barang-barang yang masih sparks joy, selebihnya singkirkan. Maka, yang saya lakukan adalah kumpulkan baju-baju yang masih saya suka karena it sparks joy, kemudian baju yang saya jarang pakai dalam tiga bulan terakhir ataupun sudah tidak muat di badan saya singkirkan. Baju-baju tersebut bisa saya donasikan ke saudara atau ke tetangga yang membutuhkan. Bahkan sekali-kali diberikan kepada tukang kebersihan, atau tukang vermak jins yang lewat di komplek rumah saya. Sisanya yang sudah tidak layak pakai bisa didaur ulang menjadi kain pembersih di rumah. Meskipun terdengar aneh, tapi fabric yang dipakai untuk produksi pakaian memang dirancang untuk lebih elastis, nyaman, dan menyerap keringat. Akan jadi sangat fungsional ketika kain tersebut digunakan untuk membersihkan lantai, bukan?
2. Lebih Fokus
Saya sendiri orangnya mageran (alias pemalesan haha) dan gamau ribet sih. Barangkali di luar sana pun ada yang seperti itu. Saya merasa terlalu banyak pakaian yang saya punya untuk dilipat, dicuci, disetrika, dan digantung di dalam lemari. Sebisa mungkin saya melakukan hal-hal tersebut sesedikit mungkin. Namun faktanya saya selalu kebingungan setiap pagi sebelum berangkat kerja, mau pake baju apa hari ini? Kalau ini lemari pakaian saya namun saya kebingungan, jangan-jangan ini bukan milik saya..
Yang saya lakukan adalah declutter semua pakaian saya, yang sudah dijelaskan di poin pertama, dan setelah itu saya jadi tau style saya yang sebenarnya seperti apa dalam kurun waktu terdekat ini, dan ketika sudah jati diri saya benar-benar berada dalam lemari pakaian, saya jadi tahu apa yang saya butuhkan. Saya menjadi lebih fokus dengan pekerjaan saya, tasks saya, dan tentunya dengan diri saya sendiri.
Namun tidak bisa dipungkiri lagi dengan berbagai perubahan gaya hidup atau perubahan aktivitas, kita membutuhkan item baru dalam hidup kita. Ketika hendak membeli item baru, sebaiknya tanyakan pada diri sendiri dan pikirkan matang-matang:
Namun tidak bisa dipungkiri lagi dengan berbagai perubahan gaya hidup atau perubahan aktivitas, kita membutuhkan item baru dalam hidup kita. Ketika hendak membeli item baru, sebaiknya tanyakan pada diri sendiri dan pikirkan matang-matang:
apakah saya benar-benar membutuhkan barang tersebut?
apakah barang ini bisa saya mix and match dengan outfit saya yang lain?
apakah bahannya durable?
apakah harganya affordable?
apakah dengan harga segitu kualitas yang didapatkan worth it?
Usahakan item pakaian yang kita miliki memiliki model dan warna yang netral dan simple, agar bisa kita mix and match dengan pakaian yang lain. Jadi, meskipun jumlah pakaian yang kita punya sedikit, tapi outfit yang kita punya jauh lebih banyak.
3. Lebih Produktif
Yang saya rasakan setelah menjalani minimalist lifestyle adalah, saya merasa lebih produktif dari waktu ke waktu. Meskipun procastinating alias males masih seringkali saya rasakan, namun saya merasa memiliki space yang lebih luas. Baik itu hunian, pikiran, ataupun isi lemari.
Ibaratnya komputer, ketika space di dalamnya sudah kelampau penuh, alih-alih bisa multitasking malah jadi ngelag kan. Begitu pula dengan manusia, ketika terlalu kalap dengan kebanyakan tasks malah cape sendiri dan malah bingung mana yang mau dikerjakan dulu, akhirnya gaada satupun kerjaan yang beres.
![]() |
| sumber: http://h-o-r-n-g-r-y.tumblr.com/post/104252120861 |
Jadi, ada banyak banget benefit yang bisa kita dapetin dari menjalani hidup minimalis. Hal ini bisa diterapin dari hal terdekat dan hal terkecil di sekitar kita, loh. Dan minimalis bukan berarti pelit ya tetapi soal menyederhanakan ruang lingkup hidup. Hidup juga terasa lebih ringan dengan hanya menyimpan benda-benda secukupnya sesuai kebutuhan. Seperti halnya saat travelling, semakin sedikit barang yang kita bawa dalam perjalanan, semakin ringan kita dalam melangkah, maka semakin banyak pun pengalaman yang kita dapatkan.[]

I like that post! pesan pesannya bisa membawa pengunjung ikut dalam suasana! good job
BalasHapuswahh makasih ya!
Hapus